November 22

Yang setia menemani

Posted by ginanjarck . Filed under Renungan | 17 Comments

Aku terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku.

Aku pandangi alat komunikasiku, handphone Sony Ericsson K700i. HP pertama yang ingin kumiliki dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 3 tahun lebih Si Abu-abu ini berpindah tangan dari penjualnya ke tanganku, semenjak Bapak membelinya pasca kelulusanku dari SMU. Dia seolah menghapus jarak dan waktu antara aku dengan keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang aku hendak berhubungan dengannya. Dia seolah asisten pribadi yang mencatat agendaku, jadwal kegiatanku, janji-janjiku dengan orang lain. Dia bahkan tidak sekedar mencatat, tapi juga berbunyi mengingatkanku akan agenda-agendaku. Dia mencatat nama-nama orang, nomor kontak mereka, email mereka, sehingga memudahkanku ketika ingin berhubungan dengan mereka. Dia menghiburku ketika aku sedang penat, dengan permainan-permainan, radio, dan lagu-lagu yang terinstal di dalam tubuhnya. Dia pun membantuku merekam apa yang kulihat, merekam peristiwa-peristiwa indah dan penting dalam hidupku. Pasti ada sesuatu yang hilang jika sehari saja aku lupa membawanya dalam sakuku. Dia benar-benar setia menemani hari-hariku.

Pandanganku beralih ke motor tuaku, Honda Astrea Grand berwarna hitam keluaran tahun 1998. Sudah hampir 1,5 tahun motor ini menemaniku, semenjak Bapak membelinya Juni tahun lalu. Meskipun tidak bisa dikatakan muda lagi, namun motor ini masih berada dalam kondisi baik dan selalu siap mengantar ke tempat mana pun yang ingin aku singgahi. Dia mengantarku ke tempat aku menuntut ilmu di sebuah kampus ternama di Indonesia, dia mengantarku ke tempat aku mencari tambahan uang saku, dia mengantarku ke tempat-tempat majelis ilmu, dia mengantarku tanpa pernah mengeluh. Bahkan dia pernah menempuh jarak yang cukup jauh apalagi untuk motor seusianya, hanya demi mengantarku ke Anyer kemudian kembali lagi ke Depok. Dengan gagahnya dia mengarungi jalanan panjang berdebu, melintasi pesisir Tangerang, Serang, Cilegon. Tidak ada masalah yang terjadi. Dia memang setia menemani hari-hariku.

Kini aku pandangi HP Esia hitam yang belum genap satu tahun menemaniku. Meski demikian, dia telah banyak memberikan manfaatnya bagiku. Semenjak kehadirannya, kusadari aku semakin jarang mengisi pulsa GSM untuk Si Abu-abu. Sistem pembayarannya yang pasca bayar membuatku tak ragu menggunakannya untuk menelpon orang lain. Dia seolah asisten pribadi kedua setelah Si Abu-abu. Dia juga mencatat agenda-agendaku, membantuku mengingat nama-nama orang yang aku kenal beserta nomor kontak mereka. Dengan Si Abu-abu, mereka saling bahu-membahu memudahkan urusanku. Dia setia menemani hari-hariku.

Tapi sebentar, aku berpikir sejenak. Mereka tidak benar-benar setia menemaniku. Si Hitam Honda sekali waktu pernah sakit dan ngambek. Membuatku harus mengantarnya ke “rumah sakit” langganan dengan berjalan kaki demi mendapat perawatan lebih lanjut. Hampir satu pekan dia sakit, dan hampir satu pekan pula dia menelantarkanku. Tak ada lagi dia yang mangantarku ke kampus, tak ada lagi dia yang mangantarku ke tempat aku mencari uang saku tambahan. Dibiarkannya aku berjalan kaki. Dia pun pamrih. Tak mau dia menemaniku jika aku tak memberinya minum, jika aku tak memberinya tenaga.

Si Abu-abu pernah tak ada saat aku membutuhkannya. Saat aku butuh komunikasi dengan teman-teman, dia enggan melayani. Dia seolah hendak memutuskan hubunganku dengan teman-temanku jika aku terlambat mengisinya pulsa. Terlebih jika aku lupa mengisi tenaganya, maka benar-benar putuslah sudah semuanya. Jika sudah demikian, maka dia tak ada bedanya dengan hape-hapean milik adikku. Si Hitam Esia pun setali tiga uang. Mereka berdua pamrih, tidak mau menemani jika mereka tak mendapatkan sesuatu.

Lalu adakah yang benar-benar setia menemani, tanpa pernah sakit, tanpa pernah pamrih, tanpa pernah istirahat, tanpa pernah lelah? Ya, jawabannya ada. Dialah Allah Yang Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui segala sesuatu. Yang Maha Pengasih, Yang Maha Menyayangi, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberikan Keselamatan, Yang Maha Perkasa. Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengatur alam semesta agar bergulir sebagai mana mestinya. Yang tak pernah sakit, Yang tak pernah pamrih, Yang tak pernah istirahat, Yang tak pernah lelah, Yang tak pernah tidur. Ya, Dialah Allah Yang Maha Dekat.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS: Al Baqarah ayat 186)

Pertanyaan tentang yang setia menemani telah terjawab sudah. Timbul satu pertanyaan lagi, sudahkah kita merasa ditemani?

This entry was posted on Saturday, November 22nd, 2008 at 2:39 pm and is filed under Renungan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

17 Responses to “Yang setia menemani”

  1. agungfirmansyah on November 23rd, 2008 at 9:47 pm

    Wah…
    Saya juga punya temen setia kaya gini…

    Si Belalang Tempur…: Supara XX ku yang menjadi saksi kemana saja kakiku melangkah.

    Si Doraemon….: Hape kebal, tahan banting, anti maling. Motorola C115 :grin: .

  2. ginanjarck on November 23rd, 2008 at 11:02 pm

    @agungfirmansyah: Si Doraemon, anti maling…mungkin emang udah ga ada yang berminat gung..hehe..peace

  3. Anita on November 24th, 2008 at 10:00 am

    Pertanyaan tentang yang setia menemani telah terjawab sudah. Timbul satu pertanyaan lagi, sudahkah kita merasa ditemani?

    Jawab: (seharusnya) YA karena Ia lebih dekat dari pada urat leher kita sendiri)

    Untuk membentuk kesadaran seperti ini, butuh waktu yang lama dan proses yang panjang… cukup sulit memang…

  4. ginanjarck on November 24th, 2008 at 2:01 pm

    @Anita: ya, memang tidak mudah…

  5. kamal on November 24th, 2008 at 5:04 pm

    bisa aja tulisannya… keren nih jar… postingan kayak gini aspti bisa “menjebak” orang2 yg alergi sama postingan2 berbau islam. Awalnya ane gak nyangka, ane kira cuma postingan biasa ternyata di bagian akhirnya tentang ma’iyatullah dan muraqabatullah

    keep posting gan :)

  6. aslam on November 24th, 2008 at 10:28 pm

    waaaaaaaaaahhhhhhhh, dalam sekali akhi…

    btw, kenapa ilmugratisan.com ngambil templatenya sama kayak punyaku?? huhu, jadi gak seru lagi nih.

    oh ya!! keep in touch ya!!

  7. ginanjarck on November 24th, 2008 at 11:33 pm

    @kamal: hehe…iya sengaja di awal agak mellow-mellow gitu. Btw, lagi-lagi ada kata “gan”. Artinya apa sih? penasaran mode On nih..
    Anyway, thanks for your support.

  8. akhdaafif on November 26th, 2008 at 9:59 am

    bener nih, nampol abis “tamparannya” bang anjar. saya “tertampar” nih. beneran dah …

  9. ginanjarck on November 26th, 2008 at 2:08 pm

    @aslam:
    waduh slam, kalo nanya ilmugratisan.com mah jangan ke saya atuh. Tanya sama yang empunya aja, nih: Agung Firmansyah

    Oke slam, “simpan dalam sentuhan”…^_^

    ~makanya slam kalo ga mau ada yang nyamain, pake template sendiri…hehe…peace

    @akhdaafif:
    Tapi ga sakit kan?

  10. aslam on November 26th, 2008 at 4:30 pm

    wehehehe,,, tar deh jar, ane install theme yang baru, biar gak sama. hoho…

  11. ginanjarck on November 26th, 2008 at 10:26 pm

    @aslam: siiip…

  12. agung on November 28th, 2008 at 2:15 pm

    yailah ,. Yang Maha Kuasa dibandingin sama benda mati ,. ya jelas lah gak ada apa2nya ,. (no Offence)

  13. ginanjarck on November 28th, 2008 at 2:56 pm

    @agung: :)
    Btw, makasih udah mampir…:)

  14. agung on December 13th, 2008 at 8:08 am

    cuma mapir dan say
    Assalamulaikum :)

  15. ginanjarck on December 13th, 2008 at 3:55 pm

    :)
    Wa’alaykumussalam warahmatullah
    Yup, silakan. Kalo bisa sekalian kasih link blog dong (kalo ada). Biar saya bisa balik mampir… :)

  16. Naura on December 17th, 2008 at 5:15 pm

    Siiiip abis… temannya banyak yah (HP, Motor dll) sekarang kita harus pintar2 bersyukur pada Allah atas ni’mat yg sudah diberikan oke…

    Mau ratusan e-book online dan ada bisnisnya join aja disini http://tinyurl.com/5l46wb

  17. ginanjarck on December 18th, 2008 at 11:48 am

    @Naura: hehe…ya saya setuju naura. Btw, makasih ya udah mampir…
    :)

Leave a Reply