November 19
Melepas Kepergian Sang Ayah
Alhamdulillah, tahun ini ayah saya kembali ditakdirkan untuk pergi ke tanah suci makkah. Mirip seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun ayah saya berangkat dalam rangka mengemban tugas sebagai kepala tim kesehatan rombongan jama’ah haji pada sebuah biro travel haji. Beliau bertanggung jawab terhadap kesehatan jamaah. Iklim Arab Saudi yang sangat berbeda dengan Indonesia, padatnya rangkaian kegiatan, ditambah rata-rata usia jamaah yang tak bisa dibilang muda lagi plus banyaknya jumlah jamaah semakin mengokohkan betapa besar dan tidak main-mainnya amanah yang beliau emban. Namun saat melepas kepergiannya, tak tersirat sedikit pun dalam wajahnya keraguan, kelemahan, atau pun ketakutan. Sebaliknya adalah wajah penuh ketenangan, kemantapan, dan keikhlasan. Saya dan keluarga hanya dapat berdoa semoga ayah senantiasa dirahmati Allah, dianugerahi kesehatan selalu, dimudahkan segala urusannya, dilancarkan tugasnya dalam mengemban amanah, diberikan kekuatan tiada tara, serta dilapangkan dada dan pikirannya.
Pada senin malam 17 November 2008, ba’da isya, menjadi hari keberangkatan ayah beserta rombongan. Kami mengantarkan beliau ke Halim Perdana Kusuma, tempat berkumpul dan ceremony pelepasan rombongan sebelum bertolak ke Bandara Soekarno-Hatta. Inilah detik-detik melepas kepergian sang ayah yang kami cintai…
| 1.Berfoto dulu selepas magrib di masjid ANTAM | 2.Masih di masjid ANTAM | 3.Mengobrol sejenak sebelum ceremony. Lokasi sudah di masjid Halim Perdana Kusuma | 4.Ayah dipeluk Ua, kakak dari ayah |
| 5.Lagi-lagi foto lagi. Kini lokasi di masjid Halim Perdana Kusuma. | 6.Saat ceremony. Bersama para pemimpin rombongan. | 7.Saat ceremony. Ayah menerima secara simbolis koper obat dari pihak travel. | 8.Jamaah khusyu mendengarkan penjelasan dan arahan. |
| 9.Mom and Dad. Berduaan sebelum berangkat. Di dalam masijd. | 10.Ayah dan keluarga. Setelah ceremony di masjid. | 11.Melangkah meninggalkan masjid menuju Bus. | 12.Sudah ada di Bus. Menyapa lagi Ibu. |
| 13.Ini dia wajah ayah dari dekat. | 14.Menatap keluar jendela, keluarga yg ditinggalkan. | 15.Sebentar lagi berangkat euy… | 16.Akhirnya berangkatlah. Lambaian tangan Ibu mengiringi kepergian Bus. |
| 17.Pada akhirnya, selamat jalan calon jamaah haji. Smoga menjadi haji yg mabrur. |
Kapan nyusul jar?
@ikpoe: insya Allah suatu saat nanti klas…insya Allah
wah… bang anjar ga bilang2 klo ada yg mau pergi haji…
hmm.. ga ngikut bang??
@haris: ya engga lah ris, kan Bapak perginya dibayarin travel. Lha kalo saya dibayarin siapa??