November 19

8 yang sekali seumur hidup

Posted by ginanjarck . Filed under Pengalaman | 12 Comments

Dalam hidup ini pasti ada peristiwa yang hanya pernah terjadi satu kali dalam hidup kita. Entah peristiwa apa pun itu. Nah, di sini saya coba list 8 hal/pengalaman yang hanya pernah saya alami sekali seumur hidup, setidaknya sampai tulisan ini muncul.

  1. Menyembelih ayam. Mungkin sudah ada yang pernah, atau bahkan sudah biasa. Tapi pasti ada juga yang belum pernah. Alhamdulillah, saya berkesempatan punya pengalaman yang satu ini. Ceritanya waktu kelas 2 SMU, pengurus Bidang IMTAQ Ormasic (Organisasi Asrama IC) mengadakan kegiatan pelatihan menyembelih ayam. Tujuannya supaya para siswa tau tata cara menyembelih yang benar dan tidak hanya sekedar teori saja, melainkan langsung prakteknya. Karena siswanya banyak, ga mungkin setiap anak pegang ayam. Akhirnya 1 kamar pegang 1 ayam (1 kamar = 4 jiwa). Dari kamar saya, sayalah eksekutornya..hehe. Dari pengamatan saya, ada teman yg menyembelihnya sampai putus lehernya, ada yang sempat terangkat pisaunya, dll. Alhamdulillah, cara saya memotong dinilai benar dan bagus oleh Guru Pembimbing (Ustadz Abdul Jalil). Sepertinya skill yg satu ini perlu juga dimiliki. Apalagi yang laki-laki. Bayangin kalo punya istri, terus istrinya ngidam ingin makan ayam, tapi cuma mau makan kalau suaminya yang motong itu ayam, terus suaminya ga bisa/berani motong, gimana hayo??? Untuk pengalaman yang ini, boleh lah diulang lagi kapan-kapan.
  2. Pegang senapan + menembak. Ini terjadi di masa SMP , kalo ga salah kelas 2 atau 3. Di SMP saya ada satu pelajaran yang namanya Kepanduan. Di situ kita belajar banyak tentang hal-hal yang berhubungan dengan alam, pramuka, ketangkasan, ya kepanduanlah. Contohnya seperti belajar tali temali, bikin tandu, flying fox, berenang, perang-perangan pake tanah, jalan-jalan ke hutan, melintasi sungai, dll. Pokoknya ini menjadi pelajaran favorit saat itu. Nah, salah satu materinya adalah menembak. Senapan yang dipake adalah senapan angin laras panjang, yang harus dikokang dulu beberapa kali. Untuk kokangnya aja udah jadi olah raga tersendiri, padahal belum menembaknya. Waktu itu sasaran tembak kita adalah buah melinjo yg bertengger di pohon. Giliran saya tiba, saya bidik itu melinjo dan segera menarik pelatuk…tessss…tembakan saya tepat mengenai angin yang berhembus. Sama seperti pengalaman no 1, skill ini rasanya bagus juga kita miliki. Untuk pengalaman yang ini, ingin saya mengulangnya kalau ada kesempatan.
  3. Makan lobster. Lobster sepertinya masih satu keluarga besar dengan udang. Hanya saja yang ini adalah udang raksasa. Pertama kali sekaligus yang terakhir kali saya makan lobster adalah waktu jaman SD. Pulang dari rekreasi ke Anyer, orang tua beli lobster lumayan banyak. Setelah diolah di rumah saya coba makan lobster itu. Hasilnya? Hampir seluruh bagian mulut saya mulai dari bibir, lidah, gusi, langit-langit mulut gatal semua. Bener-bener deh. Untuk pengalaman yang satu ini, kayaknya cukup sekali saja. Ga lagi-lagi makan lobster.
  4. Ultah berhadiah lumpur. Saya jarang dapet hadiah pas ulang tahun, apalagi hadiah yang macam satu ini. Saat itu ultah ke-16 kalo ga salah, kelas 2 SMU. Kita seangkatan sedang melakukan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), khusus buat siswa kelas 2 di Cibodas. Setelah melakukan kegiatan kotor-kotoran, hujan turun amat deras. Tanpa saya tau, ternyata teman-teman telah merencanakan kejutan khusus buat saya dan 2 orang teman saya yg juga ultah deketan tanggalnya. Di tengah siraman air hujan yg deras, kita membuat lingkaran besar dengan kami bertiga berada di tengah. Beberapa teman kemudian menyiapkan lumpur dalam ember, dan dengan brutal menyiraminya ke kami bertiga. Sambil bersalaman, berpelukan. Wah…pokoknya seru banget saat itu. Untuk pengalaman yang ini, hmmm…mau ga ya diulang?
  5. Donor darah. Saya paling takut sama jarum suntik. Rasanya serem aja tubuh kita ditusuk sama benda seperti itu. Dulu waktu kecil pernah saya meronta-ronta kayak orang kesurupan ketika mau disuntik imunisasi. Tapi untuk donor darah kali ini, saya coba memberanikan diri. Apalagi saya termasuk salah satu panitia penyelenggaranya, masa ga ikutan donor…hehe. Akhirnya donorlah saya. Dan ternyata ga apa-apa. Ga terasa sakit, biasa aja deh pokoknya. Ketakutan saya tidak berasalan. Untuk pengalaman yang satu ini, saya mau mengulangnya lagi.
  6. Dikhitan. Khitan adalah salah satu sunah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Khitan disinyalir dapat mengurangi infeksi atau radang saluran kencing. Untuk pengalaman yang ini, sangat jelas sepertinya. Cukup sekali saja seumur hidup. Tak mau lah diulang-ulang lagi.
  7. Mampir ke negeri seberang. Tepatnya ke negeri Paman Sam. Umur saya masih 7 bulan saat itu, kata orang tua. Ayah saya melanjutkan studi S2 di sana. Karena akan makan waktu lama, maka keluarga pun diboyonglah ke sana. Alhamdulillah, sempat merasakan sekolah TK di sana. Sempat merasakan berinteraksi dengan orang-orang sana. Mungkin karena saat itu masih cilik, saya bahkan tidak begitu sadar kalo saya ini orang Indonesia. Waktu mau pulang kampung pun masih bertanya apakah akan kembali ke sana lagi. Untuk pengalaman yang satu ini, jelas saya ingin mengulanginya lagi. Kalo perlu ke beberapa negara, menambah wawasan pengetahuan saya tentang budaya negeri-negeri seberang.
  8. Hidup ini.Yup, hidup di dunia ini hanya sekali saja seumur hidup. Ketika nafas sudah tak berhembus, jantung sudah berhenti berdetak, darah sudah enggan mengalir, saat itulah hidup di dunia ini berakhir. Dan itu adalah pasti.  Ketika telah datang ajal itu, maka sedikit pun tak dapat dimundurkan atau pun dimajukan. Pertanyaannya, sudah siapkah kita ketika saat itu tiba?

This entry was posted on Wednesday, November 19th, 2008 at 8:59 pm and is filed under Pengalaman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

12 Responses to “8 yang sekali seumur hidup”

  1. Aditya Zainir Putra on November 20th, 2008 at 8:35 am

    jar.. buat yang nomer 6, gw dua kali lhoo.. haha
    enak juga sih.. dapet saweran dua kali juga soalnya.. hehehe

  2. ikpoe on November 20th, 2008 at 11:49 am

    1. Saya cuman pernah megang doang dan itupun ketakutan, hehe, maklum dulu masih kecil… yang sering sih makannya… :D
    2. Kalo pegang senapan sering soalnya bapak punya, tapi gak pernah nembak. hehe…
    ….

  3. agungfirmansyah on November 20th, 2008 at 12:21 pm

    Betul, khitan cukup sekali saja :grin: . Dibayar berapapun, kaga bakalan mau khitan lagi.

  4. ginanjarck on November 20th, 2008 at 12:32 pm

    @Aditya ZP: Wah…masa sih, yang bener? Kok bisa? Gimana tuh rasanya?

    @ikpoe:
    1.Kalo makannya mah jangan ditanya atuh klas,,,uncountable
    2.Minta diajarin dong klas,,,

    @agungfirmansyah: Dibayarnya sih mau, tapi khitannya engga…hehe

  5. haris on November 20th, 2008 at 5:39 pm

    klo no. 2 mah saya sering banget waktu kecil…
    tapi versi mainannya… :P

    ~keep posting bro… mulai lancar nih nulisnya… :D

  6. ginanjarck on November 20th, 2008 at 11:28 pm

    @haris: iya nih mau mencoba untuk konsisten. Kan sayang, udah bayar….hehe

  7. kamal on November 24th, 2008 at 4:53 pm

    nice post gan… :mrgreen:

  8. ginanjarck on November 24th, 2008 at 11:22 pm

    @kamal: hehe…btw, mau nanya. “gan” itu maksudnya apa sih? Rasanya sering liat komentar2 orang pake beginian. Contoh: “mantap gan”, “keren gan”…

  9. aslam on November 26th, 2008 at 5:33 pm

    wakakakaka, inget ane jar, yang mandi lumpur. unforgettable moment tuh,:)

  10. ginanjarck on November 26th, 2008 at 10:12 pm

    @aslam: waktu itu selain ane, ente juga jadi tersangka kan??? hehe…bareng adam juga…

  11. yans on April 28th, 2009 at 11:22 am

    ini bukan kampanye kan, njar?
    semuanya serba 8. ;)

  12. ginanjarck on April 28th, 2009 at 3:44 pm

    ya engga lah… Yang kepikiran cuma 8 sih…hehe

Leave a Reply