November 14

Translasi ayam berkokok

Posted by ginanjarck . Filed under Kisah | 6 Comments

Pernahkan Anda mendengar suara ayam berkokok? Atau jangan-jangan melihat ayam pun belum pernah? Kalau memang belum, kasiaaaan deh….hehe. Mungkin orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta yang sarat dengan gedung tinggi menjulang, apartemen, mal, dll sudah jarang atau tidak pernah lagi mendengar ayam berkokok. Lain cerita kalau tinggal di desa atau perkampungan, sepertinya sudah bukan makhluk asing lagi si ayam ini. Alhamdulillah, saya masih berkesempatan mendengar ayam berkokok di lingkungan rumah, meskipun lingkungan rumah saya ga desa-desa amat.

Mencoba kembali menengok ke belakang, kira-kira 8-14 tahun silam, ketika masih jaman SD. Suara kokok ayam sudah seperti alarm alam, seolah ingin membangunkan manusia-manusia yang masih terlelap. Entah sinyal apa yang menstimulasi para ayam tersebut, mereka seperti sudah terjadwal untuk berbunyi antara dini hari menjelang subuh. Suaranya yang merdu, lentingannya yang sempurna, saling bersahutan antara yang satu dan yang lain, dari tempat yang satu dan yang lain, menciptakan suatu irama yang indah di tengah-tengah keheningan malam. Tak jarang manusia terbangun, duduk, dan segera bersiap-siap menjalankan aktivitas hari itu. Tak jarang pula manusia menjadikan kokok ayam sebagai pertanda datangnya fajar. Seperti dalam cerita legenda Sangkuriang.

Namun kembali ke masa sekarang, sepertinya ada yang sedikit berubah dari kokoknya para ayam. Paling tidak ayam-ayam yang ada di lingkungan rumah saya. Bukan karena mereka mogok “kerja”, bukan dari suaranya yang sudah tidak merdu, bukan pula dari lentingannya yang tidak sempurna. Melainkan ada yang berbeda dari kapan mereka berkokok. Ya, sepertinya para ayam telah mengalami translasi waktu berkokok. Entah karena stimulan yang sudah mengalami translasi juga, entah karena para ayam sudah bosan dengan waktu yang biasanya sehingga mencoba di waktu yang lain, atau pun karena mulai maraknya global warming. Entahlah.

Dahulu, ayam biasanya berkokok antara sekitar pukul 1.00 – 4.00 pagi. Intensitasnya semakin sering ketika menjelang subuh. Jarang sekali saya mendengar mereka berkokok di luar jam tersebut, kecuali sesekali di siang hari. Namun sekarang, tak jarang saya mendengar suara ayam berkokok jam 9 malam, jam 10 malam, jam 11 malam, jam 12 malam. Sebaliknya saya sering tidak mendapati suara kokok ayam menjelang subuh. Memang mungkin tidak setiap hari, namun hampir setiap hari. Kokoknya mirip seperti kokok ayam 8-14 tahun silam, seolah alarm alam yang dipasang Tuhan untuk membangunkan manusia yang masih terlelap. Tetapi kenapa waktunya bergeser?

This entry was posted on Friday, November 14th, 2008 at 11:04 am and is filed under Kisah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “Translasi ayam berkokok”

  1. ikpoe on November 14th, 2008 at 1:03 pm

    Kamis kemaren saya akhirnya kembali mendengarkan suara ayam berkicau eh berkokok d t4 eko…
    Mungkin gimana ayamnya kali jar, beda ayam beda jam biologisnya, hehe, tapi sepertinya sih intensitas tertinggi emang jam sebelum subuh…

  2. ginanjarck on November 14th, 2008 at 2:34 pm

    @ikpoe: ga tau juga klas…ini terkadang jadi bahan pembicaraan saya dan bapak, merasa agak aneh aja

  3. Anita on November 14th, 2008 at 10:11 pm

    Pengamat ayam juga ternyata.. semenjak merantau saya udah lama ga mendengar ayam berkokok.. tapi seingat saya kalau lagi pulang ke rumah, ayam di sekitar rumah saya masih normal-normal aja, alias berkokok pada waktunya, sebelum subuh…. mungkin ada pesan tertentu ? dulu keluarga di rumah pernah bilang kalau ayam berkokok malam2 ada apaaa gitu…, saya lupa..

  4. agungfirmansyah on November 14th, 2008 at 10:19 pm

    Kosan saya ga ada ayam :p . Hmm…kira-kira kenapa ya? Mungkin ayam-ayam itu berkokok jam 9, 10, atau 11 untuk menandakan donlotannya selesai :mrgree: . Akhirny pas subuh kesiangan deh.

    ~ini beneran ngomongin ayam kan? Ga lagi nyindir orang-orang kan? :roll:

  5. kamal on November 17th, 2008 at 9:39 am

    ini namanya emansipasi ayam :p

    ~wondering to be always able to wake up earlier than the rooster

  6. ginanjarck on November 17th, 2008 at 1:58 pm

    @anita: pernah denger sih, katanya kalau ayam berkokok bisa jadi karena melihat malaikat..wallahu’alam

    @agung: donlotan opo toh gung? bisa aja ente…tapi ini bener cerita tentang ayam kok, bukan nyindir orang-orang. Kalau pun ada yg merasa tersindir ya terserah, berarti sekalian jalan..hehe

    @kamal: hehe…bisa aja…kalo gitu pelopor emansipasinya siapa ya???

Leave a Reply