June 24

Dua amanah dalam injury time (part II/II)

Posted by ginanjarck . Filed under Kisah | 7 Comments

Akhirnya tulisan ini keluar juga. Sebetulnya udah agak basi sih, soalnya udah sekitar 5 bulan yang lalu kejadiannya. Tapi udah terlanjur ada part I-nya, dan terlanjur bilang “to be continued” di akhir part I. Ya sudah…

***

Sekitar satu bulan sebelum kisah ini terjadi, seorang teman sebut saja namanya Anto (hehe…emang namanya anto deng), menghubungi saya dan meminta bantuan saya. Ya, anto teman seangkatan saya di kampus minta tolong saya untuk menjadi pembaca sari tilawah di akad nikahnya, 26 Januari 2008. Saya yang mendengar kabar dari anto itu kaget dan takjub. Keren juga nih Bang Anto, berani-beraninya duluin saya…hehe ^_^

Akad plus resepsi pernikahannya dilakukan di Jakarta Timur, tepatnya Masjid Al Azhar yang berada persis di depan kantor walikota Jakarta Timur. Saya tidak begitu mengerti jalanan ibukota, alhasil malam hari sebelum hari-H, saya sedikit ‘mengganggu ketenangan’ Anto. Maksudnya saya nanya gimana arah-arah supaya bisa sampai sana. Setelah dapat penjelasan dari Anto (saya nanyanya lewat sms, Anto balesnya lewat telepon, lama lagi. Ckckckck…emang kalo lagi berbahagia ga ada urusan sama pulsa…^_^) dan melihat-lihat peta di rumah, saya mulai dapet gambaran arah yang akan saya lalui. Sebelum tidur saya sempatkan untuk siap-siap pakaian dsb, supaya paginya ga perlu repot-repot nyiapkan pakaian.

Keesokan harinya, setelah subuh saya berangkat. Gak pake sarapan dulu, karna niatnya sarapan di tempat Anto sekalian aja. Menyusuri Jalan Juanda Depok, tembus Jalan Raya Bogor. Terus sampai ketemu PGC (Pusat Grosir Cililitan). Sampai di sini arah-arah yang dikasih tau Anto masih tergambar dengan cukup jelas. Saya terus memacu motor dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan ibukota yang tidak bisa dibilang sejuk.

Dan akhirnya, sampailah saya pada suatu titik yang saya khawatirkan. Suatu tempat yang saya ga tau kemana harus mengarah. Akhirnya saya coba tanya ke seseorang, kemana arah ke kantor walikota Jakarta Timur. Kata orang itu saya harus putar balik. Akhirnya saya pun putar balik. Bensin-meter (namanya apa ya?) di motor saya hampir menunjuk empty, ya sudah saya putuskan untuk mengisi bensin dulu. Sudah mulai gelisah nih. Jam menunjukkan pukul 07.xx (agak lupa, pokoknya jam 7-an deh), padahal akad nikahnya pukul 08.00. Di SPBU saya nanya lagi, dan kata orang yang saya tanya, saya harus putar balik. Waduh, jadi bingung setelah putar balik malah disuruh putar balik lagi. Tapi karena yang menjawab saya ada 2 orang (yang satu petugas SPBU dan satu lagi pengendara motor lain) dan jawabannya meyakinkan, saya pun putar balik lagi.

Singkat cerita, tidak sedikit manuver (maksudnya aksi putar balik) yang saya lakukan di beberapa tempat. Sampai akhirnya ketemu jalan yang sudah pasti lurus menuju kantor walikota Jakarta Timur (kalo ga salah nama jalannya I Gusti Ngurah Rai), saya kebut motor saya sekebut-kebutnya. Malah kalau saya pikir-pikir sekarang ini, momen itu adalah salah satu momen tercepat saya dalam mengendarai motor.

Akhirnya, saya sedikit bernafas lega ketika berhasil sampai di Masjid Al Azhar, tepat pukul 08.00. Tapi belum bener-benar lega, karena khawatir akadnya udah keburu mulai. Namun akhirnya saya benar-benar lega, karena pas saya melangkah masuk ke aula masjid, pas acara akadnya mau dimulai. Tanpa basa-basi, saya langsung maju dan duduk di samping seseorang yang saya yakini adalah sang pembaca tilawah. Dan tau kah siapa Sang tilawah-er itu? Ternyata adiknya Mursal Rais, teman saya juga di kampus.

Alhamdulillah, saat itu saya bersyukur lagi-lagi masih diberi kesempatan menunaikan amanah dari Anto. Apalagi saat itu Pembawa acaranya membacakan susunan acaranya. Dan salah satu susunan acara yang dibaca adalah, “Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh ‘adiknya mursal’ (yang disebut namanya, tapi saya lupa namanya), dan sari tilawah oleh anjar”. Duh, kebayang deh gimana perasaan Anto seandainya nama saya disebut tapi orangnya ga ada. Hanya syukur alhamdulillah saya ucapkan saat itu, meski dalam injury time.

Ada 2 pelajaran yang bisa saya ambil. Masing-masing 1 untuk setiap kisah:

  1. Kisah 1: Manusia tempat salah dan lupa.  Untuk itu, saya perlu punya satu buku kecil portable (emang ada buku yang ga portable ya?) tempat saya menuliskan apa saja yang teringat, agenda, jadwal, hal-hal yang harus dilakukan, ide yang sempat tercetus, dll. Karna terkadang suatu ide muncul sekali dan jika tak dicatat lupa keesokan harinya. Dulu, biasanya hal-hal begini saya catat di HP atau secarik kertas. Tapi kalau di kertas kadang tercecer. Alhamdulillah sekarang sudah punya buku kecil buat nulis segalanya, yang dibawa kemana-mana.
  2. Kisah 2: Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik. Kayaknya saya perlu sering jalan-jalan ke Jakarta nih, dari barat ke timur, dari utara ke selatan. Tapi yang ini belum terealisasi…

 

This entry was posted on Tuesday, June 24th, 2008 at 3:20 pm and is filed under Kisah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Dua amanah dalam injury time (part II/II)”

  1. agungfirmansyah on June 25th, 2008 at 1:21 pm

    Sekarang giliran ente dah….
    Undangannya saya tunggu. Kalau ente yg lagi adain walimahan, saya mau jadi tukang parkirnya dah…. (1 motor = 1500, 1 mobil 3000). Hehehehehe….

  2. Aulia on June 25th, 2008 at 5:58 pm

    Akhirnya bisa injury time juga yang jar, tak terasa waktu telah begitu saja pergi dari kenangan2 terindah dulu.

  3. ginanjarck on June 26th, 2008 at 10:03 am

    @ agung: Insya Allah udah ada niat Gung. ‘Calon’-nya juga udah ada. Tinggal waktunya aja nih kapan yang belum tau…

    @Aulia: Maksudnya apa ya Ul?

  4. yans on October 14th, 2008 at 12:48 pm

    hayo hayo
    diapdet kang blognya…

  5. ginanjarck on October 14th, 2008 at 5:13 pm

    @yans: insya Allah akhir pekan ini ada yang baru, mudah-mudahan…Doakan saja

  6. Aulia on October 30th, 2008 at 8:49 pm

    Maksudnya telah berakhir njar…
    walaupun begitu perjalanan masih panjang.

  7. ginanjarck on November 6th, 2008 at 6:43 am

    @aulia: iya bung aulia…

Leave a Reply