<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ginanjarck.web.id</title>
	<atom:link href="http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ginanjarck.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 13:39:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Ternyata tidak mudah</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=77</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=77#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Ah&#8230;.ternyata tidak mudah, paling tidak buat saya, untuk bisa konsisten alias istiqomah menulis di blog ini. Padahal udah bela-belain beli hosting dan domain sendiri, dengan alasan sebagai paksaan untuk terus menulis. Menulis apa pun yang ingin ditulis. Kan bayar, rugi dong kalo nganggur!! Ternyata&#8230; Bahkan saya tersadar, untuk membuka blog ini saja  tidak rutin setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah&#8230;.ternyata tidak mudah, paling tidak buat saya, untuk bisa konsisten alias istiqomah menulis di blog ini. Padahal udah bela-belain beli hosting dan domain sendiri, dengan alasan sebagai paksaan untuk terus menulis. Menulis apa pun yang ingin ditulis. Kan bayar, rugi dong kalo nganggur!! Ternyata&#8230; Bahkan saya tersadar, untuk membuka blog ini saja  tidak rutin setiap hari. Boro-boro nulis.</p>
<p>Mencoba melihat kembali sejarah blog ini, tercatat postingan terakhir 6 Februari 2009. Postingan perdana juga bulan Februari tapi di tahun sebelumnya. Dihitung sampai bulan ini, berarti sudah 1 tahun 9 bulan blog ini mengudara! Sebuah durasi waktu yang cukup mencengangkan buat saya. Ternyata eh ternyata, saya punya blog cukup lama juga ya. Apalagi kalo digabungin sama blog-blog terdahulu di multiply, blogspot, dll. Tapi ada fakta lain yang lebih mencengangkan lagi, statistik menunjukkan bahwa selama kurun waktu tersebut, &#8220;sudah&#8221; ada 14 post yang bertengger! Alamak&#8230;.macem mana pula ini&#8230;</p>
<p>Apa yang salah ya??? Kekurangan ide? mungkin&#8230; Males? ehmm&#8230; Visi yang kurang kuat dalam membangun blog? bisa jadi&#8230; Ga jago nulis? hmm, kayaknya  engga juga, dulu waktu SD pernah Juara Harapan Menulis Indah (apa hubungannya ya??..hehe)&#8230; Sibuk ga punya waktu? Alasan klasik&#8230; Kurang semangat? Ini kayaknya jelas bener&#8230;</p>
<p>Entahlah&#8230;</p>
<p>Bapak-bapak, Ibu-ibu, Mas-mas, Mbak-mbak, Aa-aa, Teteh-teteh, para sesepuh di dunia blogger,, boleh lah berbagi sedikit (banyak juga boleh <img src='http://ginanjarck.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) tips, kiat, wejangan, nasihat, kritik, saran, opini, pendapat, atau apa pun juga&#8230;demi keberlangsungan hidup blog ini (alah,,lebay mode on)&#8230; Hatur nuhun ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=77</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Asa Berbuah Nyata</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=51</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=51#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 13:14:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Harapan, mimpi, atau - yang lebih iritnya &#8211; asa. Itulah hal yang mutlak dimiliki oleh siapa pun yang tidak mau dibilang orang paling miskin. Setidaknya menurut Bapak Menegpora kita. Rasanya memang aneh jika hidup tanpa punya impian. Terlepas dari impian jangka pendek atau jangka panjang, besar atau kecil, untuk diri sendiri atau orang lain, keluarga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harapan, mimpi, atau <em>- yang lebih iritnya &#8211; </em>asa. Itulah hal yang mutlak dimiliki oleh siapa pun yang tidak mau dibilang orang paling miskin. Setidaknya menurut <a href="http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/01/29/095205/1076009/76/pemerintah-mendukung-penuh" target="_blank">Bapak Menegpora</a> kita. Rasanya memang aneh jika hidup tanpa punya impian. Terlepas dari impian jangka pendek atau jangka panjang, besar atau kecil, untuk diri sendiri atau orang lain, keluarga, bangsa, atau pun dunia. Tapi seberapa besar dampak impian atau asa terhadap kehidupan seseorang?</p>
<p>Teringat kisah Qarun dengan hartanya yang melimpah. Awalnya Qarun adalah seorang yang miskin, namun saleh dan rajin beribadah. Dia merupakan salah satu pengikut Nabi Musa. Suatu ketika Qarun meminta Nabi Musa untuk mendoakannya agar Allah memberikan harta yang berlimpah, dengan alasan agar dia dapat lebih khusyu beribadah. Singkat cerita, Qarun dianugerahi harta yang banyak dan berlimpah. Apa yang terjadi? Bukannya bertambah saleh dan rajin beribadah, Qarun malah sombong dan semakin menjauh dari Allah. Tidak mau Qarun mengeluarkan zakat, terhadap Nabi Musa pun sudah semakin menentang. Akhir cerita, Qarun lenyap ditelan bumi lengkap bersama hartanya yang berlimpah.</p>
<p>Di belahan bumi lain pada waktu yang berbeda, ada sepasang suami istri yang baru saja merajut indahnya pernikahan. Mereka berdua saling mencintai, seolah tak mau berpisah barang sedetik pun. Hari-hari dilalui bagai sepasang kekasih yang memadu cinta dengan kegembiraan, canda tawa, kemesraan, dan kehangatan. Obrolan serta perencanaan seputar anak tak pernah lepas menjadi buah bibir keduanya, yang semakin lama semakin menguatkan cinta diantara mereka. Mereka sangat mendambakan kehadiran buah hati mereka yang pertama, kedua, dan seterusnya.</p>
<p>Setiap hari sang suami selalu membopong sang istri di tangannya, membawanya dari kamar ke pintu depan rumah, mencium keningnya, sebelum akhirnya bertolak mencari nafkah. Menjelang senja sang istri selalu setia menanti kepulangan sang suami di ruang tamu, seolah sang suami sudah tak pulang berbulan-bulan. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Tak terasa sudah 11 tahun mereka menikah. Kehidupan mereka telah berubah menjadi semakin mapan, dengan rumah dan mobil mewah.  Sang suami sudah menjadi salah satu pengusaha sukses di negerinya. Sang istri memiliki butik yang dikenal sampai ke mancanegara. Hanya satu hal yang tak berubah. Penghuni rumah mereka tak kunjung bertambah.</p>
<p>Berbagai cara telah dilakukan demi terwujudnya keinginan memiliki anak.  Namun tak ada satu pun yang membuahkan hasil. Sang suami mulai uring-uringan, tak jarang mengacuhkan sang istri. Dia menyalahkan istrinya yang tak mampu memberinya anak. Sebaliknya sang istri menuduh suaminya yang mandul. Kini hari-hari mereka dilalui dengan dingin. Pertengkaran demi pertengkaran menghiasi rumah mereka yang laksana istana. Tak ada lagi bopongan sang suami sebelum bekerja. Tak ada lagi sang istri yang menyambut kepulangan sang suami. Akhirnya, pernikahan mereka berujung di pengadilan agama dengan perceraian.</p>
<p>Lain cerita lagi, ada seorang pemuda tampan yang masih duduk di bangku kuliah. Pemuda ini sangat ingin memiliki sebuah mobil, seperti teman-temannya yang lain. Setiap hari dia hanya dapat memandang iri teman-temannya yang datang dan pergi ke kampus mengendarai mobil. Sedangkan dia, untuk mencapai kampusnya, harus rela berpindah dari satu kendaraan ke kendaraan yang lain. Berdesak-desakan di bus bersama penumpang yang lain. Berebut tempat di angkot, sampai kejar-kejaran dengan kereta. Namun keinginannya memiliki mobil ini tak pernah dijembatani dengan usaha untuk meraihnya, sekalipun dengan mengatakannya pada orang lain. Hanya dirinya dan Tuhan yang tahu.</p>
<p>Suatu malam, sang pemuda baru saja pulang ke rumahnya. Terkejut didapatinya sebuah mobil terparkir rapi di garasi rumahnya, tepat di samping mobil sedan milik ayahnya. Mobil itu cantik dan masih baru. Catnya masih mulus mengkilap. Jok mobilnya masih rapat terbungkus plastik. Masa berakhir plat nomornya masih 5 tahun dari sekarang. Segera si pemuda bergegas ke dalam rumah, mencari sosok ayahnya dan bertanya mobil siapa itu. Dengan seuntai senyum sang ayah menjawab, &#8220;Itu mobil untukmu, Nak..&#8221;. Betapa senang pemuda tersebut. Begitu senangnya sampai malam itu tak dapat ia memejamkan mata, tak sabar menunggu hari esok untuk segera menjajal mobil barunya. Kini si pemuda telah menjalani hari-harinya bersama mobil barunya. Tak ada lagi berdesakan di bus, berebut angkot, atau pun kejar-kejaran dengan kereta.</p>
<p>Suatu ketika, Si pemuda pergi ke rumah temannya. Tak lupa ia membawa serta tunggangan barunya. Diparkirnya mobil di pinggir jalan, tepat di depan rumah temannya. Cukup lama si pemuda berada di rumah temannya, bersenda gurau sambil bermain game. Tak lama kemudian si pemuda pamit pulang. Alangkah terkejutnya ketika ia tak mendapati mobilnya berada di tempat di mana seharusnya mobilnya berada. Mobilnya hilang! Ada orang yang mengambilnya, dan pemuda itu tak tahu siapa, kapan, dan bagaimana orang itu mengambil mobilnya.</p>
<p>Begitulah, berbagai fenomena dapat terjadi yang semuanya bermula dari sebuah asa. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan ketika asa berbuah nyata, atau sebaliknya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=51</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-hati, Sariawan Bisa Menyebabkan Gejala Bisu dan Cemberut!</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=52</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=52#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 13:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips&Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati kawan, sariawan berpotensi menyebabkan gejala bisu dan cemberut. Gak percaya??!! Berikut ini analisa dari Dr. Ginanjar Cahya Komara, P.hd&#8230;.(alah) Menurut sumber dari wikipedia, bisu adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara yang disebabkan oleh gangguan pada organ-organ seperti tenggorokan, pita suara, paru-paru, mulut, lidah, dsb. Nah, sariawan yang muncul pada mulut atau lidah seseorang (apalagi kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hati-hati kawan, sariawan berpotensi menyebabkan gejala bisu dan cemberut. Gak percaya??!! Berikut ini analisa dari Dr. Ginanjar Cahya Komara, P.hd&#8230;.(alah)</p>
<ol>
<li>Menurut sumber dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bisu" target="_blank">wikipedia</a>, bisu adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara yang disebabkan oleh gangguan pada organ-organ seperti tenggorokan, pita suara, paru-paru, <strong>mulut</strong>, <strong>lidah</strong>, dsb. Nah, sariawan yang muncul pada mulut atau lidah seseorang (apalagi kalau jumlahnya banyak), berpotensi membuat orang tersebut tidak enak dan nyaman kalau berbicara. Alhasil tidak jarang orang tersebut mengurangi intensitas berbicaranya. Atau kalau sudah akut, maka bisa sampai pada taraf bisu sementara. Istilah kerennya adalah <em>temporary silent</em>.</li>
<li>Sariawan sangat mungkin membuat seseorang malas beraktivitas dengan mulut. Salah satunya seperti poin nomor 1 sebelumnya. Nah, selain itu ada aktivitas lain yang juga mendapatkan pengaruh. Yaitu senyum. Kalau sudah sariawan, apalagi dengan jumlah yang banyak di sekitar bagian dalam bibir, maka bukan bisu saja yang bisa terjadi. Tetapi juga senyum seolah sulit untuk mampir. Maka siap-siap saja dengan tampang yang cemberut.</li>
</ol>
<p>(udah ah, <em>ngasal</em> mode off, sekarang serius mode on)</p>
<p>Pernah dengar yang namanya sariawan? Sudah pernah mengalaminya? Kalau belum, bersyukurlah. Berarti Anda termasuk sedikit orang yang beruntung. Kalau sudah pernah, berarti kita sama, saya juga pernah,,hehe&#8230; Menurut <a href="http://sasmoko.blogspot.com/2008/07/sariawan.html" target="_blank">sumber</a> yang saya dapat, sariawan atau dalam istilah kedokteran disebut dengan Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) adalah radang pada mukosa mulut berupa ulkus atau cekungan dengan dasar dangkal berwarna kekuningan yang dibatasi dengan kemerahan yang jelas.<span style="font-size: 85%"></span></p>
<p>Sejauh ini, belum ada sumber pasti yang menyebutkan penyebab pasti dari sariawan. Tapi paling tidak, ada beberapa faktor yang disinyalir menjadi penyebab dari sariawan:</p>
<ol>
<li>Kebersihan rongga mulut yang kurang terjaga. Bakteri-bakeri yang tertinggal berpotensi besar menyebabkan sariawan.</li>
<li>Kekurangan vitamin C, B12, dan zat besi.</li>
<li>Pencernaan yang tidak sehat atau tidak bekerja sebagai mana mestinya.</li>
<li>Faktor psikologis seperti stress, banyak pikiran, dll.</li>
<li>Luka yang disebabkan karena tergigit, saat sikat gigi, dll.</li>
<li>Faktor keturunan/genetik (katanya&#8230;)</li>
<li>Mengkonsumsi makanan/minuman yang terlalu panas atau dingin. Selain itu juga sering mengkonsumsi daging kambing.</li>
</ol>
<p>Lebih baik mencegah daripada mengobati, ya kan?  Nah, bagaimana caranya? Mudah aja, kita liat aja 6 poin penyebab sariawan di atas. Berarti cara mencegahnya:</p>
<ol>
<li>Jaga kebersihan rongga mulut. Sikat gigi setelah makan dan sebelum tidur. Yang sebelum tidur ini penting banget, karena saat tidur mulut tertutup rapat. Seandainya tidak sikat gigi, maka bakteri-bakteri yang tertinggal akan sangat leluasa menggerogoti mulut kita.</li>
<li>Banyak makan buah-buahan. Ibarat kata tiada hari tanpa makan buah. Selain itu sayur-sayuran juga penting untuk dikonsumsi setiap hari. Banyak minum juga.</li>
<li>Nah, untuk yang pencernaan bisa dengan melakukan pijat refleksi. Ada titik-titik tertentu yang bisa dipijat untuk melancarkan dan memulihkan pencernaan. Titiknya yang mana? saya juga ga tau&#8230;hehe&#8230;</li>
<li>Jangan sering-sering berada pada kondisi stress dan banyak pikiran. Sering-sering <em>refreshing</em> untuk me-<em>refresh</em> pikiran kita.</li>
<li>Hati-hati kalau makan dan menyikat gigi, jangan terlalu heboh. Nanti malah berakibat luka.</li>
<li>Faktor genetik, wah <em>no comment</em> deh.</li>
<li>Lebih baik makan/minum yang suhunya sedang-sedang saja. Jangan terlalu panas dan dingin. Malah konon katanya minum minuman yang dingin tidak baik bagi tubuh. Kalau yang suka makan daging kambing juga bisa dikurangi.</li>
</ol>
<p>Nah, tapi kalau sudah terlanjur kena sariawan gimana? Sebetulnya tinggal <em>copy paste</em> aja dari 7 poin cara mencegah sariawan di atas. Tapi selain melakukan cara pencegahan di atas, ada beberapa poin tambahan yang bisa dilakukan:</p>
<ol>
<li>Banyak minum jus buah. Buah-buah yang disinyalir cukup ampuh adalah tomat dan jambu air. Tapi jus yang lain juga boleh, asal tetap buah.</li>
<li>Kumur-kumur pake air garam. Sebelumnya, kuatkan diri kita untuk menahan rasa sakit yang timbul. Siap-siap aja menitikkan air mata.</li>
<li>Banyak bicara. Atau paling tidak, jangan mengurangi kadar berbicara kita seperti pada keadaan normal (tidak sariawan). Ini menurut Bapak saya, katanya dengan kita banyak berbicara, maka mulut kita akan sering bergerak sehingga aliran darah pada mulut pun akan lancar. Yang akhirnya mempercepat proses penyembuhan.</li>
<li>Banyak makan. Selain supaya tubuh kita tetap dapat nutrisi, juga supaya mulut kita jadi banyak bergerak. Biar pun perih hajar aja, jangan memanjakan sariawan.</li>
<li>Pake Albothyl. Nah, ini dia yang paling mantap. Cara makenya ada 2, pertama teteskan pada <em>cutton bud</em> kemudian tempelkan <em>cutton bud </em>pada sariawan. Dijamin Anda akan merasakan &#8220;kenikmatan&#8221; tiada tara sampai menitikkan air mata, lebih deras dari pada kumur-kumur pake air garam. Cara yang kedua, larutkan beberapa tetes albothyl ke dalam segelas air bening, kemudian kumur-kumur deh. Sama seperti pake air garam. Tapi hati-hati jangan terminum, karena ini adalah obat keras yang hanya untuk bagian luar badan.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=52</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang setia menemani</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=50</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=50#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 07:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Aku terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Aku pandangi alat komunikasiku, handphone Sony Ericsson K700i. HP pertama yang ingin kumiliki dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 3 tahun lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku terduduk diam memandangi benda-benda di sekelilingku. Aku cermati dan renungi. Benda-benda yang sering aku gunakan, yang senantiasa setia menemani hari-hariku, ikut kemana pun aku pergi. Menurutku, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku.</p>
<p>Aku pandangi alat komunikasiku, <em>handphone</em> Sony Ericsson K700i. HP pertama yang ingin kumiliki dan akhirnya benar-benar kumiliki. Sudah 3 tahun lebih Si Abu-abu ini berpindah tangan dari penjualnya ke tanganku, semenjak Bapak membelinya pasca kelulusanku dari SMU. Dia seolah menghapus jarak dan waktu antara aku dengan keluarga, teman-teman, kerabat, atau siapa pun yang aku hendak berhubungan dengannya. Dia seolah asisten pribadi yang mencatat agendaku, jadwal kegiatanku, janji-janjiku dengan orang lain. Dia bahkan tidak sekedar mencatat, tapi juga berbunyi mengingatkanku akan agenda-agendaku. Dia mencatat nama-nama orang, nomor kontak mereka, email mereka, sehingga memudahkanku ketika ingin berhubungan dengan mereka. Dia menghiburku ketika aku sedang penat, dengan permainan-permainan, radio, dan lagu-lagu yang terinstal di dalam tubuhnya. Dia pun membantuku merekam apa yang kulihat, merekam peristiwa-peristiwa indah dan penting dalam hidupku. Pasti ada sesuatu yang hilang jika sehari saja aku lupa membawanya dalam sakuku. Dia benar-benar setia menemani hari-hariku.</p>
<p>Pandanganku beralih ke motor tuaku, Honda Astrea Grand berwarna hitam keluaran tahun 1998. Sudah hampir 1,5 tahun motor ini menemaniku, semenjak Bapak membelinya Juni tahun lalu. Meskipun tidak bisa dikatakan muda lagi, namun motor ini masih berada dalam kondisi baik dan selalu siap mengantar ke tempat mana pun yang ingin aku singgahi. Dia mengantarku ke tempat aku menuntut ilmu di sebuah kampus ternama di Indonesia, dia mengantarku ke tempat aku mencari tambahan uang saku, dia mengantarku ke tempat-tempat majelis ilmu, dia mengantarku tanpa pernah mengeluh. Bahkan dia pernah menempuh jarak yang cukup jauh apalagi untuk motor seusianya, hanya demi mengantarku ke Anyer kemudian kembali lagi ke Depok. Dengan gagahnya dia mengarungi jalanan panjang berdebu, melintasi pesisir Tangerang, Serang, Cilegon. Tidak ada masalah yang terjadi. Dia memang setia menemani hari-hariku.</p>
<p>Kini aku pandangi HP Esia hitam yang belum genap satu tahun menemaniku. Meski demikian, dia telah banyak memberikan manfaatnya bagiku. Semenjak kehadirannya, kusadari aku semakin jarang mengisi pulsa GSM untuk Si Abu-abu. Sistem pembayarannya yang pasca bayar membuatku tak ragu menggunakannya untuk menelpon orang lain. Dia seolah asisten pribadi kedua setelah Si Abu-abu. Dia juga mencatat agenda-agendaku, membantuku mengingat nama-nama orang yang aku kenal beserta nomor kontak mereka. Dengan Si Abu-abu, mereka saling bahu-membahu memudahkan urusanku. Dia setia menemani hari-hariku.</p>
<p>Tapi sebentar, aku berpikir sejenak. Mereka tidak benar-benar setia menemaniku. Si Hitam Honda sekali waktu pernah sakit dan <em>ngambek. </em>Membuatku harus mengantarnya ke &#8220;rumah sakit&#8221; langganan dengan berjalan kaki demi mendapat perawatan lebih lanjut. Hampir satu pekan dia sakit, dan hampir satu pekan pula dia menelantarkanku. Tak ada lagi dia yang mangantarku ke kampus, tak ada lagi dia yang mangantarku ke tempat aku mencari uang saku tambahan. Dibiarkannya aku berjalan kaki. Dia pun pamrih. Tak mau dia menemaniku jika aku tak memberinya minum, jika aku tak memberinya tenaga.</p>
<p>Si Abu-abu pernah tak ada saat aku membutuhkannya. Saat aku butuh komunikasi dengan teman-teman, dia enggan melayani. Dia seolah hendak memutuskan hubunganku dengan teman-temanku jika aku terlambat mengisinya pulsa. Terlebih jika aku lupa mengisi tenaganya, maka benar-benar putuslah sudah semuanya. Jika sudah demikian, maka dia tak ada bedanya dengan <em>hape-hapean</em> milik adikku. Si Hitam Esia pun setali tiga uang. Mereka berdua pamrih, tidak mau menemani jika mereka tak mendapatkan sesuatu.</p>
<p>Lalu adakah yang benar-benar setia menemani, tanpa pernah sakit, tanpa pernah pamrih, tanpa pernah istirahat, tanpa pernah lelah? Ya, jawabannya ada. Dialah Allah Yang Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui segala sesuatu. Yang Maha Pengasih, Yang Maha Menyayangi, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberikan Keselamatan, Yang Maha Perkasa. Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengatur alam semesta agar bergulir sebagai mana mestinya. Yang tak pernah sakit, Yang tak pernah pamrih, Yang tak pernah istirahat, Yang tak pernah lelah, Yang tak pernah tidur. Ya, Dialah Allah Yang Maha Dekat.</p>
<p><em>&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran&#8221; (QS: Al Baqarah ayat 186)</em></p>
<p>Pertanyaan tentang yang setia menemani telah terjawab sudah. Timbul satu pertanyaan lagi, sudahkah kita merasa ditemani?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=50</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Kepergian Sang Ayah</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=31</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=31#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 16:06:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, tahun ini ayah saya kembali ditakdirkan untuk pergi ke tanah suci makkah. Mirip seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun ayah saya berangkat dalam rangka mengemban tugas sebagai kepala tim kesehatan rombongan jama&#8217;ah haji pada sebuah biro travel haji. Beliau bertanggung jawab terhadap kesehatan jamaah. Iklim Arab Saudi yang sangat berbeda dengan Indonesia, padatnya rangkaian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, tahun ini ayah saya kembali ditakdirkan untuk pergi ke tanah suci makkah. Mirip seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun ayah saya berangkat dalam rangka mengemban tugas sebagai kepala tim kesehatan rombongan jama&#8217;ah haji pada sebuah biro travel haji. Beliau bertanggung jawab terhadap kesehatan jamaah. Iklim Arab Saudi yang sangat berbeda dengan Indonesia, padatnya rangkaian kegiatan, ditambah rata-rata usia jamaah yang tak bisa dibilang muda lagi plus banyaknya jumlah jamaah semakin mengokohkan betapa besar dan tidak main-mainnya amanah yang beliau emban. Namun saat melepas kepergiannya, tak tersirat sedikit pun dalam wajahnya keraguan, kelemahan, atau pun ketakutan. Sebaliknya adalah wajah penuh ketenangan, kemantapan, dan keikhlasan. Saya dan keluarga hanya dapat berdoa semoga ayah senantiasa dirahmati Allah, dianugerahi kesehatan selalu, dimudahkan segala urusannya, dilancarkan tugasnya dalam mengemban amanah, diberikan kekuatan tiada tara, serta dilapangkan dada dan pikirannya.</p>
<p>Pada senin malam 17 November 2008, ba&#8217;da isya, menjadi hari keberangkatan ayah beserta rombongan. Kami mengantarkan beliau ke Halim Perdana Kusuma, tempat berkumpul dan ceremony pelepasan rombongan sebelum bertolak ke Bandara Soekarno-Hatta. Inilah detik-detik melepas kepergian sang ayah yang kami cintai&#8230;</p>
<table border="0" cellpadding="1">
<tr>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00561.thumbnail.JPG" alt="dsc00561.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00564.thumbnail.JPG" alt="dsc00564.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00571.thumbnail.JPG" alt="dsc00571.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00584.thumbnail.JPG" alt="dsc00584.JPG" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong>1.</strong>Berfoto dulu selepas magrib di masjid ANTAM</td>
<td align="center"><strong>2.</strong>Masih di masjid ANTAM</td>
<td align="center"><strong>3.</strong>Mengobrol sejenak sebelum ceremony. Lokasi sudah di masjid Halim Perdana Kusuma</td>
<td align="center"><strong>4.</strong>Ayah dipeluk Ua, kakak dari ayah</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00594.thumbnail.JPG" alt="dsc00594.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00615.thumbnail.JPG" alt="dsc00615.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00613.thumbnail.JPG" alt="dsc00613.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00610.thumbnail.JPG" alt="dsc00610.JPG" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong>5.</strong>Lagi-lagi foto lagi. Kini lokasi di masjid Halim Perdana Kusuma.</td>
<td align="center"><strong>6.</strong>Saat ceremony. Bersama para pemimpin rombongan.</td>
<td align="center"><strong>7.</strong>Saat ceremony. Ayah menerima secara simbolis koper obat dari pihak travel.</td>
<td align="center"><strong>8.</strong>Jamaah khusyu mendengarkan penjelasan dan arahan.</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00629.thumbnail.JPG" alt="dsc00629.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00631.thumbnail.JPG" alt="dsc00631.JPG" /></td>
<td align="center"><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00634.thumbnail.JPG" alt="dsc00634.JPG" /></td>
<td align="center"><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00643.thumbnail.JPG" alt="dsc00643.JPG" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong>9.</strong><em>Mom and Dad</em>. Berduaan sebelum berangkat. Di dalam masijd.</td>
<td align="center"><strong>10.</strong>Ayah dan keluarga. Setelah ceremony di masjid.</td>
<td align="center"><strong>11.</strong>Melangkah meninggalkan masjid menuju Bus.</td>
<td align="center"><strong>12.</strong>Sudah ada di Bus. Menyapa lagi Ibu.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00649.thumbnail.JPG" alt="dsc00649.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00646.thumbnail.JPG" alt="dsc00646.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00640.thumbnail.JPG" alt="dsc00640.JPG" /></td>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00655.thumbnail.JPG" alt="dsc00655.JPG" /></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong>13.</strong>Ini dia wajah ayah dari dekat.</td>
<td align="center"><strong>14.</strong>Menatap keluar jendela, keluarga yg ditinggalkan.</td>
<td align="center"><strong>15.</strong>Sebentar lagi berangkat euy&#8230;</td>
<td align="center"><strong>16.</strong>Akhirnya berangkatlah. Lambaian tangan Ibu mengiringi kepergian Bus.</td>
</tr>
<tr>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://ginanjarck.web.id/wp-content/uploads/2008/11/dsc00606.thumbnail.JPG" alt="dsc00606.JPG" /></td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong>17.</strong>Pada akhirnya, selamat jalan calon jamaah haji. Smoga menjadi haji yg mabrur.</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=31</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>8 yang sekali seumur hidup</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=30</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=30#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 13:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup ini pasti ada peristiwa yang hanya pernah terjadi satu kali dalam hidup kita. Entah peristiwa apa pun itu. Nah, di sini saya coba list 8 hal/pengalaman yang hanya pernah saya alami sekali seumur hidup, setidaknya sampai tulisan ini muncul. Menyembelih ayam. Mungkin sudah ada yang pernah, atau bahkan sudah biasa. Tapi pasti ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hidup ini pasti ada peristiwa yang hanya pernah terjadi satu kali dalam hidup kita. Entah peristiwa apa pun itu. Nah, di sini saya coba list 8 hal/pengalaman yang hanya pernah saya alami sekali seumur hidup, setidaknya sampai tulisan ini muncul.</p>
<ol>
<li><strong>Menyembelih ayam. </strong>Mungkin sudah ada yang pernah, atau bahkan sudah biasa. Tapi pasti ada juga yang belum pernah. Alhamdulillah, saya berkesempatan punya pengalaman yang satu ini. Ceritanya waktu kelas 2 <a title="MAN Insan Cendekia Serpong" href="http://www.insancendekia-tng.net/" target="_blank">SMU</a>, pengurus Bidang IMTAQ Ormasic (Organisasi Asrama <a title="MAN Insan Cendekia Serpong" href="http://www.insancendekia-tng.net/">IC</a>) mengadakan kegiatan pelatihan menyembelih ayam. Tujuannya supaya para siswa tau tata cara menyembelih yang benar dan tidak hanya sekedar teori saja, melainkan langsung prakteknya. Karena siswanya banyak, ga mungkin setiap anak pegang ayam. Akhirnya 1 kamar pegang 1 ayam (1 kamar = 4 jiwa). Dari kamar saya, sayalah eksekutornya..hehe. Dari pengamatan saya, ada teman yg menyembelihnya sampai putus lehernya, ada yang sempat terangkat pisaunya, dll. Alhamdulillah, cara saya memotong dinilai benar dan bagus oleh Guru Pembimbing (Ustadz Abdul Jalil). Sepertinya skill yg satu ini perlu juga dimiliki. Apalagi yang laki-laki. Bayangin kalo punya istri, terus istrinya ngidam ingin makan ayam, tapi cuma mau makan kalau suaminya yang motong itu ayam, terus suaminya ga bisa/berani motong, gimana hayo??? Untuk pengalaman yang ini, boleh lah diulang lagi kapan-kapan.</li>
<li><strong>Pegang senapan + menembak. </strong>Ini terjadi di masa <a title="Nurul Fikri Boarding School Anyer" href="http://nfbsanyer.blogspot.com/" target="_blank">SMP</a> , kalo ga salah kelas 2 atau 3. Di <a title="Nurul Fikri Boarding School Anyer" href="http://nfbsanyer.blogspot.com/" target="_blank">SMP</a> saya ada satu pelajaran yang namanya Kepanduan. Di situ kita belajar banyak tentang hal-hal yang berhubungan dengan alam, pramuka, ketangkasan, ya kepanduanlah. Contohnya seperti belajar tali temali, bikin tandu, <em>flying fox</em>, berenang, perang-perangan pake tanah, jalan-jalan ke hutan, melintasi sungai, dll. Pokoknya ini menjadi pelajaran favorit saat itu. Nah, salah satu materinya adalah menembak. Senapan yang dipake adalah senapan angin laras panjang, yang harus dikokang dulu beberapa kali. Untuk kokangnya aja udah jadi olah raga tersendiri, padahal belum menembaknya. Waktu itu sasaran tembak kita adalah buah melinjo yg bertengger di pohon. Giliran saya tiba, saya bidik itu melinjo dan segera menarik pelatuk&#8230;tessss&#8230;tembakan saya tepat mengenai angin yang berhembus. Sama seperti pengalaman no 1, skill ini rasanya bagus juga kita miliki. Untuk pengalaman yang ini, ingin saya mengulangnya kalau ada kesempatan.</li>
<li><strong>Makan lobster. </strong>Lobster sepertinya masih satu keluarga besar dengan udang. Hanya saja yang ini adalah udang raksasa. Pertama kali sekaligus yang terakhir kali saya makan lobster adalah waktu jaman SD. Pulang dari rekreasi ke Anyer, orang tua beli lobster lumayan banyak. Setelah diolah di rumah saya coba makan lobster itu. Hasilnya? Hampir seluruh bagian mulut saya mulai dari bibir, lidah, gusi, langit-langit mulut gatal semua. Bener-bener deh. Untuk pengalaman yang satu ini, kayaknya cukup sekali saja. Ga lagi-lagi makan lobster.</li>
<li><strong>Ultah berhadiah lumpur. </strong>Saya jarang dapet hadiah pas ulang tahun, apalagi hadiah yang macam satu ini. Saat itu ultah ke-16 kalo ga salah, kelas 2 <a title="MAN Insan Cendekia Serpong" href="http://www.insancendekia-tng.net/" target="_blank">SMU</a>. Kita seangkatan sedang melakukan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), khusus buat siswa kelas 2 di Cibodas. Setelah melakukan kegiatan kotor-kotoran, hujan turun amat deras. Tanpa saya tau, ternyata teman-teman telah merencanakan kejutan khusus buat saya dan 2 orang teman saya yg juga ultah deketan tanggalnya. Di tengah siraman air hujan yg deras, kita membuat lingkaran besar dengan kami bertiga berada di tengah. Beberapa teman kemudian menyiapkan lumpur dalam ember, dan dengan brutal menyiraminya ke kami bertiga. Sambil bersalaman, berpelukan. Wah&#8230;pokoknya seru banget saat itu. Untuk pengalaman yang ini, hmmm&#8230;mau ga ya diulang?</li>
<li><strong>Donor darah. </strong>Saya paling takut sama jarum suntik. Rasanya serem aja tubuh kita ditusuk sama benda seperti itu. Dulu waktu kecil pernah saya meronta-ronta kayak orang kesurupan ketika mau disuntik imunisasi. Tapi untuk donor darah kali ini, saya coba memberanikan diri. Apalagi saya termasuk salah satu panitia penyelenggaranya, masa ga ikutan donor&#8230;hehe. Akhirnya donorlah saya. Dan ternyata ga apa-apa. Ga terasa sakit, biasa aja deh pokoknya. Ketakutan saya tidak berasalan. Untuk pengalaman yang satu ini, saya mau mengulangnya lagi.</li>
<li><strong>Dikhitan. </strong>Khitan adalah salah satu sunah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Khitan disinyalir dapat mengurangi infeksi atau radang saluran kencing. Untuk pengalaman yang ini, sangat jelas sepertinya. Cukup sekali saja seumur hidup. Tak mau lah diulang-ulang lagi.</li>
<li><strong>Mampir ke negeri seberang. </strong>Tepatnya ke negeri Paman Sam. Umur saya masih 7 bulan saat itu, kata orang tua. Ayah saya melanjutkan studi S2 di sana. Karena akan makan waktu lama, maka keluarga pun diboyonglah ke sana. Alhamdulillah, sempat merasakan sekolah TK di sana. Sempat merasakan berinteraksi dengan orang-orang sana. Mungkin karena saat itu masih cilik, saya bahkan tidak begitu sadar kalo saya ini orang Indonesia. Waktu mau pulang kampung pun masih bertanya apakah akan kembali ke sana lagi. Untuk pengalaman yang satu ini, jelas saya ingin mengulanginya lagi. Kalo perlu ke beberapa negara, menambah wawasan pengetahuan saya tentang budaya negeri-negeri seberang.</li>
<li><strong>Hidup ini.</strong>Yup, hidup di dunia ini hanya sekali saja seumur hidup. Ketika nafas sudah tak berhembus, jantung sudah berhenti berdetak, darah sudah enggan mengalir, saat itulah hidup di dunia ini berakhir. Dan itu adalah pasti.  Ketika telah datang ajal itu, maka sedikit pun tak dapat dimundurkan atau pun dimajukan. Pertanyaannya, sudah siapkah kita ketika saat itu tiba?</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=30</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Translasi ayam berkokok</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=28</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=28#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 04:04:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkan Anda mendengar suara ayam berkokok? Atau jangan-jangan melihat ayam pun belum pernah? Kalau memang belum, kasiaaaan deh&#8230;.hehe. Mungkin orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta yang sarat dengan gedung tinggi menjulang, apartemen, mal, dll sudah jarang atau tidak pernah lagi mendengar ayam berkokok. Lain cerita kalau tinggal di desa atau perkampungan, sepertinya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkan Anda mendengar suara ayam berkokok? Atau jangan-jangan melihat ayam pun belum pernah? Kalau memang belum, kasiaaaan deh&#8230;.hehe. Mungkin orang yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta yang sarat dengan gedung tinggi menjulang, apartemen, mal, dll sudah jarang atau tidak pernah lagi mendengar ayam berkokok. Lain cerita kalau tinggal di desa atau perkampungan, sepertinya sudah bukan makhluk asing lagi si ayam ini. Alhamdulillah, saya masih berkesempatan mendengar ayam berkokok di lingkungan rumah, meskipun lingkungan rumah saya<em> ga</em> desa-desa amat.</p>
<p>Mencoba kembali menengok ke belakang, kira-kira 8-14 tahun silam, ketika masih jaman SD. Suara kokok ayam sudah seperti alarm alam, seolah ingin membangunkan manusia-manusia yang masih terlelap. Entah sinyal apa yang menstimulasi para ayam tersebut, mereka seperti sudah terjadwal untuk berbunyi antara dini hari menjelang subuh. Suaranya yang merdu, lentingannya yang sempurna, saling bersahutan antara yang satu dan yang lain, dari tempat yang satu dan yang lain, menciptakan suatu irama yang indah di tengah-tengah keheningan malam. Tak jarang manusia terbangun, duduk, dan segera bersiap-siap menjalankan aktivitas hari itu. Tak jarang pula manusia menjadikan kokok ayam sebagai pertanda datangnya fajar. Seperti dalam cerita legenda Sangkuriang.</p>
<p>Namun kembali ke masa sekarang, sepertinya ada yang sedikit berubah dari kokoknya para ayam. Paling tidak ayam-ayam yang ada di lingkungan rumah saya. Bukan karena mereka mogok &#8220;kerja&#8221;, bukan dari suaranya yang sudah tidak merdu, bukan pula dari lentingannya yang tidak sempurna.  Melainkan  ada yang berbeda dari  kapan mereka berkokok. Ya, sepertinya para ayam telah mengalami  translasi waktu berkokok.  Entah karena stimulan yang sudah mengalami translasi juga, entah karena para ayam sudah bosan dengan waktu yang biasanya sehingga mencoba di waktu yang lain, atau pun karena mulai maraknya <em>global warming</em>. Entahlah.</p>
<p>Dahulu, ayam biasanya berkokok antara sekitar pukul 1.00 &#8211; 4.00 pagi. Intensitasnya semakin sering ketika menjelang subuh. Jarang sekali saya mendengar mereka berkokok di luar jam tersebut, kecuali sesekali di siang hari. Namun sekarang, tak jarang saya mendengar suara ayam berkokok jam 9 malam, jam 10 malam, jam 11 malam, jam 12 malam. Sebaliknya saya sering tidak mendapati suara kokok ayam menjelang subuh. Memang mungkin tidak setiap hari, namun hampir setiap hari. Kokoknya mirip seperti kokok ayam 8-14 tahun silam, seolah alarm alam yang dipasang Tuhan untuk membangunkan manusia yang masih terlelap. Tetapi kenapa waktunya bergeser?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=28</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengemudi sambil ngantuk, Berbahaya!</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=27</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=27#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 01:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tips&Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kalo kita melintasi jalanan tol, biasanya kita akan menemukan papan-papan peringatan tentang safety riding. Mulai dari bahaya ban bocor, jaga jarak antara kendaraan, maximum speed, larangan menyalip dari sebelah kiri atau pun bahu jalan, sampai peringatan tentang mengantuk sebagai sumber kecelakaan. Nah, poin terakhir ini membuat saya teringat kejadian beberapa waktu silam. Ceritanya saya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo kita melintasi jalanan tol, biasanya kita akan menemukan papan-papan peringatan tentang <em>safety riding</em>. Mulai dari bahaya ban bocor, jaga jarak antara kendaraan, <em>maximum speed</em>, larangan menyalip dari sebelah kiri atau pun bahu jalan, sampai peringatan tentang mengantuk sebagai sumber kecelakaan. Nah, poin terakhir ini membuat saya teringat kejadian beberapa waktu silam.</p>
<p>Ceritanya saya dan Ibu (kalo ga salah sama adek juga, lupa hehe) pergi ke Cimahi dari Depok dengan kendaraan pribadi. Saya yang pegang setir.  Berhubung sudah ada sarana Tol Cipularang, mobil pun di arahkan ke sana. Hmm..sebetulnya saya agak kurang suka melewati Tol Cipularang, terutama saat malam hari. Karena saat-saat seperti itu Tol Cipularang suka mengeluarkan sihirnya, yaitu sihir kantuk. Hehe. Bayangin aja: malam hari jalanan sepi, kita mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi, tidak ada variasi jalan alias lurus tok (ya..belok-belok dikit lah), variasi kecepatan mobil pun relatif minim, minimnya variasi jalan dan kecepatan bikin posisi duduk, tangan, dan mata monoton. Tidak jarang hal ini membuat pengemudi mengantuk, salah satunya saya. Beda cerita kalo kita melewati jalanan Puncak yang penuh tantangan, berliku-liku, dan butuh konsentrasi tingkat tinggi, ditambah adanya ancaman dari depan. Kalo sudah lewat Puncak jarang sekali saya mengantuk, sebaliknya justru menikmati perjalanan. Apalagi pemandangannya indah dan udaranya sejuk. Agenda rutin kalo lewat Puncak biasanya mampir ke warung-warung pinggir jalan. Makan jagung bakar asin, mie rebus pake telor, telur asin, plus susu coklat panas. Wah&#8230;uenak tenan! Kadang-kadang mampir juga ke masjid At Ta&#8217;awun. Alah kok jadi ngalor ngidul gini, oke kembali ke cerita.</p>
<p>Perjalanan waktu itu siang hari. Jadi saya tidak (begitu) mengantuk. Seperti perjalanan yang sering saya lakukan sebelumnya, perjalanan kali ini pun sepertinya biasa saja alias lancar-lancar saja. Sampai ketika memasuki kilometer 35 (kalo ga salah ini daerah Karawang), saya mau menyusul truk di depan. Saya ambil jalur kanan. Perlahan saya mulai mau menyusul truk di depan, yang sekarang berarti posisi truknya ada di jalur kiri. Baru saja mau nyusul tiba-tiba truk yag mau saya susul itu bergerak perlahan pindah jalur ke kanan seolah mau menyusul truk lain yang ada di depannya. Agak kaget juga saya, soalnya jarak saya sama truk itu sudah cukup dekat. Kalo dalam dunia persilatan eh per-transportasian, mestinya dia tahu saya mau menyusul dan memberikan kesempatan buat saya nyusul dia. Tapi saya pikir ya sudahlah, biarin aja dia nyusul duluan.</p>
<p>Eh&#8230;eh..tapi aneh. Kok truk itu setelah pindah dari jalur kiri ke kanan, bukannya nyusul malah terus bergerak ke kanan. Keluar dari jalur jalan tol, berpindah ke pembatas jalan tol yang isinya rumput-rumput dan pohon-pohon kecil itu. Menerjang lampu pembatas (itu tuh&#8230;bukan lampu sih, tapi seperti lampu yang kalo disorot cahaya dia menyala. Seperti di sepeda), bahkan yang bikin saya tegang truk itu hampir aja pindah ke jalur yang sebelah sana (sebelah sana mana??). Jalur yang arah berlawanan, yang dari arah Bandung (saya kan dari arah Jakarta). Yang bikin tegang lagi, ketika truk itu hampir pindah jalur, saat yang bersamaan melintas dari arah Bandung jalur kanan sebuah truk besar (lebih besar dari truk yang nyasar itu) dan hampir saja terjadi tabrakan .</p>
<p>Saya yang berada persis di belakangnya cuma bisa klaksonin aja. Kalo-kalo dia ketiduran biar bangun gitu maksudnya. Saya bisa sedikit melihat ke arah sopir truk itu yang sibuk mengendalikan dirinya eh truknya. Tapi Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah si Pengemudi truk nampaknya bisa mengendalikan truknya sehingga terhindar dari kecelakaan. Yang terlihat di spion kanan saya, truk itu berhasil berhenti di tengah-tengah antara jalur dari arah Jakarta dan arah Bandung.</p>
<p>Cerita lain di waktu yang lain, kali ini perjalanan di malam hari (tepatnya tengah malam). Tujuan masih sama, ke Cimahi dari Depok. Jalan yang dipakai masih sama, yaitu Tol Cipularang. Yang pegang setir pun masih sama, yaitu saya. Sebetulnya dari awal perjalanan saya sudah agak mengantuk. Soalnya sebelum berangkat tak sempet tidur dulu. Dalam perjalanan di jalan Tol, tidak jarang saya harus memaksa mata untuk tetap terbuka. Caranya dengan sesekali membelalak, melotot, mengedepankan badan ke setir, senam tangan dan kepala, bahkan senam kaki. Tapi memasuki kilometer berapa gitu, ga merhatiin, saya tiba-tiba sempat tertidur beberapa detik (ga sampe 5 detik sih). Kalo orang sunda nyebutnya &#8216;ngalenyap&#8217;. Tapi &#8216;ngalenyap&#8217; yang hanya sebentar itu sudah cukup membuat mobil saya pindah jalur tanpa saya sadari, dari jalur kanan ke kiri. Alhamdulillah saya masih sempet sadar lagi. Akhirnya saya memutuskan beristirahat di <em>rest area</em> terdekat.</p>
<p>Dari cerita di atas, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebelum atau saat bepergian jauh supaya ga mengantuk:</p>
<ol>
<li>Sebelum berangkat usahakan tidur dulu minimal sekitar 30-60 menit. Lebih lama lebih bagus. Tapi jangan kelamaan juga, ntar ga jadi berangkat. Kalo bisa tidurnya yang pulas dan nyenyak supaya pas bangun badan fresh kembali. Tapi ini khusus buat Pak Supir aja, kalo penumpang mah mau ngantuk berat juga ga masalah. Tinggal tidur aja di mobil. Lha kalo supir???</li>
<li>Setelah bangun tidur, enaknya kita ngemil dulu sedikit. Makan roti, kue, ditambah susu coklat atau susu kopi atau apapun yang hangat-hangat kayaknya asyik juga nih. Apalagi kalo yang bikinin &#8216;orang lain&#8217;, tambah nikmat deh. Kita cuma tinggal menikmati.</li>
<li>Jangan lupa siapkan perbekalan cemilan selama perjalanan, kue-kue dan minuman. Kalo mau bawa nasi juga boleh, minta suapin deh. Suapin sama siapa hayo??? Ini lumayan ampuh untuk mengusir kantuk pas lagi nyetir. Biarkan mulut kita bergerak, bersenam mengikuti irama kue yang dimakan. Halah!</li>
<li>Sebelum berangkat, jangan lupa baca doa dulu. Manusia hanya bisa berusaha, Allah jua yang berkehendak. Doanya apa hayo???</li>
<li>Hmm..biasanya kalo nyetir malam suasana mobil tak ubahnya rumah ditinggal penghuni. Sepiiii banget soalnya si supir ditinggal tidur sama para penumpang. Mau coba nyalain radio atau tape, eh disuruh matiin sama penumpang. Katanya berisik, mengganggu orang tidur aja. Lha, nasib kita (kita???)  gimana dong? Ya udah, bawa aja MP3 player, walkman, discman, atau yang sejenisnya yang bisa mengeluarkan bunyi. Pake deh earphone atau headset di telinga. Setel deh murotal atau nasyid pilihan. Kalo ada yang punya selera lain ya silakan aja. Tapi hati-hati, volume suaranya jangan terlalu keras. Salah-salah kita malah ga bisa denger kondisi di luar.</li>
<li>Nah, yang ini bisa dipraktekan kalo udah terlanjur mulai mengantuk saat nyetir. Kita bisa senam. Senam mata, kepala, tangan, kaki, bahu, dan jangan lupa senam mulut (makan cemilan maksudnya).</li>
<li>Kalo ternyata ngantuknya ga mau pergi juga, ya sudah apa mau dikata. Carilah tempat peristirahatan terdekat. Jangan dipaksakan menyetir, terlalu berbahaya. Ingat, masih ada sanak saudara dan keluarga yang menunggu di rumah. Kalo bisa tempat istirahatnya yang bagus fasilitasnya supaya nyaman. Kalo mau ke Bandung via Tol Cipularang bisa dicoba <em>Rest Area</em> km 57 (promosi nih&#8230;hehe). Konon katanya ini adalah yang terbaik se Indonesia.</li>
</ol>
<p>Terakhir, nikmatilah setiap perjalanan kita dan semoga selamat sampai tujuan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=27</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan di Otak Lelaki</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=26</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=26#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>
<p> <![endif]--><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 12" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 12" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" />
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" />
<style><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} tt 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	font-family:"Courier New"; 	mso-ascii-font-family:"Courier New"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Courier New"; 	mso-bidi-font-family:"Courier New";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 12" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 12" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" />
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" />
<style><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p 	{mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} tt 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	font-family:"Courier New"; 	mso-ascii-font-family:"Courier New"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Courier New"; 	mso-bidi-font-family:"Courier New";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style>
<p> <![endif]--><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Calibri','sans-serif'"></span></tt></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab?</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> mengontrol mata saya ini mulai dari keluar pintu rumah</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> kampus tempat saya seharian disana, kemana arah mata</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang,</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Melihat kedepan ada perempuan berlenggok dengan seutas</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> "Tank Top", noleh ke kiri pemandangan "Pinggul</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> terbuka", menghindar kekanan ada sajian "Celana ketat</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> plus You Can See", balik ke belakang dihadang oleh</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">"Dada menantang!" Astaghfirullah... kemana lagi mata</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> ini harus memandang?</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Kalau saya berbicara nafsu, ow jelas sekali saya suka.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> Kurang merangsang itu mah! Tapi sayang, saya tak ingin</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> hidup ini dibaluti oleh nafsu. Saya juga butuh hidup</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> Tapi mereka adalah sosok yang anggun mempesona, kalau</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> membikin mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> pikiran "ngeres" dan hatipun menjadi keras.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> oleh laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi,</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> menarik lelaki untuk memakai aset berharga yang mereka</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> punya.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasar</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> kata dasarnya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> punya fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> melakukan lebih seksi, lebih... dan lebih lagi. Dan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> anda tau apa kesimpulan yang ada dalam benak sang</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> lelaki? Yaitunya: anda bisa diajak untuk begini dan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> begitu alias gampangan!</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Mau tidak mau, sengaja ataupun tidak anda sudah </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">lelaki. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">anda, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">menjawabnya "lelaki" bukan? Oh betapa tersiksanya</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">penampilan seksi anda pada khalayak ramai, saya yakin </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">siapa yang melihat ingin mencicipinya.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Begitulah seharian tadi saya harus menahan penyiksaan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">mana? Apakah saya harus menikmatinya...? tapi saya</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">sungguh takut dengan Zat yang memberi mata ini. </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan nanti?</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Allah Taala telah berfirman: "Katakanlah kepada </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"> mereka menahan pandangannya dan memelihara </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31).</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Jadi tak salah bukan kalau saya sering berdiam di </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">sekian juta elektron yang terpancar dari monitor, saya </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tak </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">juga bukan? kalau saya paling malas diajak ke mall, </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">keseksian.</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">semakin menyiksa kami sampai kami tak mampu lagi </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">pemadangan yang anda tayangkan?</span></tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS'"><u1:p></u1:p><o:p></o:p></span></p>
<p><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">So, berjilbablah ... karena itu sungguh nyaman, </span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"></span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">tentram, anggun, cantik, mempersona dan tentunya sejuk</span></tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'"><br />
</span><tt><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Trebuchet MS'">dimata.</span></tt></p>
<p align="center">***</p>
<p><strong>Ini bukan tulisan saya. Hanya terinspirasi dari tulisan yang pernah saya baca di milis angkatan SMU (Felzhiro Nexard, MAN Insan Cendekia). Daripada tulisan itu mengendap begitu saja di milis tanpa bisa dibaca orang luar, saya coba post ulang di blog ini supaya bisa dibaca banyak orang. Semoga bermanfaat.</strong></p>
<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 12" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 12" /></p>
<p align="center">
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" />
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData" />
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CEVERYB%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:TrackMoves/>   <w:TrackFormatting/>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:DoNotPromoteQF/>   <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther>   <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian>   <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:SplitPgBreakAndParaMark/>    <w:DontVertAlignCellWithSp/>    <w:DontBreakConstrainedForcedTables/>    <w:DontVertAlignInTxbx/>    <w:Word11KerningPairs/>    <w:CachedColBalance/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>   <m:mathPr>    <m:mathFont m:val="Cambria Math"/>    <m:brkBin m:val="before"/>    <m:brkBinSub m:val="--"/>    <m:smallFrac m:val="off"/>    <m:dispDef/>    <m:lMargin m:val="0"/>    <m:rMargin m:val="0"/>    <m:defJc m:val="centerGroup"/>    <m:wrapIndent m:val="1440"/>    <m:intLim m:val="subSup"/>    <m:naryLim m:val="undOvr"/>   </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267">   <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/>   <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/>   <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/>  </w:LatentStyles> </xml><![endif]-->
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Calibri','sans-serif'"><tt><span style="font-family: 'Calibri','sans-serif'"></span></tt></span><span style="font-size: 10pt; font-family: 'Calibri','sans-serif'"><o:p></o:p></span></p>
<p><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Trebuchet MS','sans-serif'"><tt><span style="font-family: 'Trebuchet MS','sans-serif'"></span></tt></span><span style="font-size: 11pt; font-family: 'Trebuchet MS','sans-serif'"><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Trebuchet MS','sans-serif'"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family: 'Trebuchet MS','sans-serif'"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=26</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua amanah dalam injury time (part II/II)</title>
		<link>http://ginanjarck.web.id/?p=13</link>
		<comments>http://ginanjarck.web.id/?p=13#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 08:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ginanjarck</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ginanjarck.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya tulisan ini keluar juga. Sebetulnya udah agak basi sih, soalnya udah sekitar 5 bulan yang lalu kejadiannya. Tapi udah terlanjur ada part I-nya, dan terlanjur bilang &#8220;to be continued&#8221; di akhir part I. Ya sudah&#8230; *** Sekitar satu bulan sebelum kisah ini terjadi, seorang teman sebut saja namanya Anto (hehe&#8230;emang namanya anto deng), menghubungi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Akhirnya tulisan ini keluar juga. Sebetulnya udah agak basi sih, soalnya udah sekitar 5 bulan yang lalu kejadiannya. Tapi udah terlanjur ada <a href="http://ginanjarck.web.id/?p=5">part I</a>-nya, dan terlanjur bilang &#8220;to be continued&#8221; di akhir <a href="http://ginanjarck.web.id/?p=5">part I</a>. Ya sudah&#8230;</em></p>
<p align="center">***</p>
<p align="left"> Sekitar satu bulan sebelum kisah ini terjadi, seorang teman sebut saja namanya Anto (hehe&#8230;emang namanya anto deng), menghubungi saya dan meminta bantuan saya. Ya, anto teman seangkatan saya di kampus minta tolong saya untuk menjadi pembaca sari tilawah di akad nikahnya, 26 Januari 2008. Saya yang mendengar kabar dari anto itu kaget dan takjub. Keren juga nih Bang Anto, berani-beraninya duluin saya&#8230;hehe ^_^</p>
<p align="left">Akad plus resepsi pernikahannya dilakukan di Jakarta Timur, tepatnya Masjid Al Azhar yang berada persis di depan kantor walikota Jakarta Timur. Saya  tidak begitu mengerti jalanan ibukota,  alhasil malam hari sebelum hari-H, saya sedikit &#8216;mengganggu ketenangan&#8217; Anto. Maksudnya saya nanya gimana arah-arah supaya bisa sampai sana. Setelah dapat penjelasan dari Anto (saya nanyanya lewat sms, Anto balesnya lewat telepon, lama lagi. Ckckckck&#8230;emang kalo lagi berbahagia ga ada urusan sama pulsa&#8230;^_^) dan melihat-lihat peta di rumah, saya mulai dapet gambaran arah yang akan saya lalui. Sebelum tidur saya sempatkan untuk siap-siap pakaian dsb, supaya paginya ga perlu repot-repot nyiapkan pakaian.</p>
<p align="left">Keesokan harinya, setelah subuh saya berangkat. Gak pake sarapan dulu, karna niatnya sarapan di tempat Anto sekalian aja. Menyusuri Jalan Juanda Depok, tembus Jalan Raya Bogor. Terus sampai ketemu PGC (Pusat Grosir Cililitan). Sampai di sini arah-arah yang dikasih tau Anto masih tergambar dengan cukup jelas. Saya terus memacu motor dengan kecepatan sedang, menyusuri jalanan ibukota yang tidak bisa dibilang sejuk.</p>
<p align="left">Dan akhirnya, sampailah saya pada suatu titik yang saya khawatirkan. Suatu tempat yang saya ga tau kemana harus mengarah. Akhirnya saya coba tanya ke seseorang, kemana arah ke kantor walikota Jakarta Timur. Kata orang itu saya harus putar balik. Akhirnya saya pun putar balik. Bensin-meter (namanya apa ya?) di motor saya hampir menunjuk empty, ya sudah saya putuskan untuk mengisi bensin dulu. Sudah mulai gelisah nih. Jam menunjukkan pukul 07.xx (agak lupa, pokoknya jam 7-an deh), padahal akad nikahnya pukul 08.00. Di SPBU saya nanya lagi, dan kata orang yang saya tanya, saya harus putar balik. Waduh, jadi bingung setelah putar balik malah disuruh putar balik lagi. Tapi karena yang menjawab saya ada 2 orang (yang satu petugas SPBU dan satu lagi pengendara motor lain) dan jawabannya meyakinkan, saya pun putar balik lagi.</p>
<p align="left">Singkat cerita, tidak sedikit manuver (maksudnya aksi putar balik) yang saya lakukan di beberapa tempat. Sampai akhirnya ketemu jalan yang sudah pasti lurus menuju kantor walikota Jakarta Timur (kalo ga salah nama jalannya I Gusti Ngurah Rai), saya kebut motor saya sekebut-kebutnya. Malah kalau saya pikir-pikir sekarang ini, momen itu adalah salah satu momen tercepat saya dalam mengendarai motor.</p>
<p align="left">Akhirnya, saya sedikit bernafas lega ketika berhasil sampai di Masjid Al Azhar, tepat pukul 08.00. Tapi belum bener-benar lega, karena khawatir akadnya udah keburu mulai. Namun akhirnya saya benar-benar lega, karena pas saya melangkah masuk ke aula masjid, pas acara akadnya mau dimulai. Tanpa basa-basi, saya langsung maju dan duduk di samping seseorang yang saya yakini adalah sang pembaca tilawah. Dan tau kah siapa Sang tilawah-er itu? Ternyata adiknya Mursal Rais, teman saya juga di kampus.</p>
<p align="left"><em>Alhamdulillah</em>, saat itu saya bersyukur lagi-lagi masih diberi kesempatan menunaikan amanah dari Anto. Apalagi saat itu Pembawa acaranya membacakan susunan acaranya. Dan salah satu susunan acara yang dibaca adalah, <em>&#8220;Pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh &#8216;adiknya mursal&#8217; (yang disebut namanya, tapi saya lupa namanya), dan sari tilawah oleh anjar&#8221;</em>. Duh, kebayang deh gimana perasaan Anto seandainya nama saya disebut tapi orangnya ga ada. Hanya syukur alhamdulillah saya ucapkan saat itu, meski dalam injury time.</p>
<p align="left">Ada 2 pelajaran yang bisa saya ambil. Masing-masing 1 untuk setiap kisah:</p>
<ol>
<li>Kisah 1: Manusia tempat salah dan <strong>lupa</strong>.  Untuk itu, saya perlu punya satu buku kecil portable (emang ada buku yang ga portable ya?) tempat saya menuliskan apa saja yang teringat, agenda, jadwal, hal-hal yang harus dilakukan, ide yang sempat tercetus, dll. Karna terkadang suatu ide muncul sekali dan jika tak dicatat lupa keesokan harinya. Dulu, biasanya hal-hal begini saya catat di HP atau secarik kertas. Tapi kalau di kertas kadang tercecer. Alhamdulillah sekarang sudah punya buku kecil buat nulis segalanya, yang dibawa kemana-mana.</li>
<li>Kisah 2: Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik. Kayaknya saya perlu sering jalan-jalan ke Jakarta nih, dari barat ke timur, dari utara ke selatan. Tapi yang ini belum terealisasi&#8230;</li>
</ol>
<p align="left">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ginanjarck.web.id/?feed=rss2&amp;p=13</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
